draft dan tentang novel rusuk suci yang disadarkan oleh tanah yang kotor

tentang / à propos    post / billets    harapan / espoir


ini web apa, dan novelnya tentang apa sih
qu'est-ce que ce web, et de quoi parle le roman ?

gambar utama / image principale

aku sebenarnya cuma idiot, sungguh, sebongkah daging parno berusia 17 tahun yang otaknya mungkin sudah mulai berair karena skizofrenia akut, tapi ya, selamat datang di sudut paling gelap dari sisa kewarasanku. ini cuma catatan pinggir, semacam pusara digital berdebu untuk memuntahkan perjalanan, dan kadang keluhan menyedihkan tentang perkembangan novelku, ya, setidaknya saat aku masih bernapas, hehe, saat jantungku masih memompa darah kental ini dan paru paruku belum lupa cara menarik oksigen yang sudah dipenuhi mikroplastik dan bahan kimia sialan.

ini cuma html murni, telanjang, absolut, tanpa javascript sialan atau cookies pelacak yang menghisap datamu ke pangkalan data nsa atau palantir. murni teks dan gambar, karena web modern adalah jebakan kapitalisme pengawasan yang mengerikan, dan aku menolak ikut campur dalam sirkus mereka. di sinilah aku akan membedah proyekku, sebuah novel yang entah kenapa kuberi judul "rusuk suci yang disadarkan oleh tanah yang kotor". aku merasa ini akan melampaui 1000 halaman, sebuah monster rekursif, labirin keputusasaan yang panjang dan luar biasa melelahkan.

di dalamnya aku menjejalkan segalanya, mengoyak realitas dengan cerita maju mundur yang berlapis, penokohan yang saling memakan daging satu sama lain, tokoh di dalam tokoh, skizofrenik absolut. beberapa dari mereka hidup di zaman nuh, yang bukan sekadar mitos dongeng sebelum tidur melainkan biological reset yang sangat brutal, hingga era kuno yang saling mengait dengan benang merah berdarah. terkadang luar biasa gelap, mengganggu, membuatmu ingin memuntahkan isi perutmu tapi kau tidak bisa berhenti menelan kenyataan ini. ada romansa di sana, oh ya, tapi romansa yang membusuk, disusul oleh dosa manusia yang absolut, fantasi gelap yang disembunyikan di balik jas rapi, pelarian anak remaja yang muak dengan dunia plastik ini.

aku merajut universal basic income sebagai rantai leher elektronik anjing modern, big pharma, lihat bagaimana keluarga sackler dan krisis opioid mengunyah tulang kaum miskin, manuskrip laut mati yang kutemukan terkubur di arsip internet, esoterisme tingkat tinggi, kapitalisme yang mengisap jiwa sampai kering, sosialisme yang menipu perut lapar, dan bagaimana bahasa secara absolut telah diubah menjadi senjata pemusnah massal. semacam operation mockingbird versi abad digital yang mengontrol pikiran lewat subliminal messaging, dicampur dengan mkultra yang aslinya tidak pernah berhenti tapi beralih ke layar sentuh kita, operation paperclip yang mengampuni nazi demi ilmu roket berdarah, project blue beam, yang versi manipulasi proyeksi holografik psikologis dan bukan alien murahan, operation northwoods yang membuka kedok bagaimana negara rela membantai rakyatnya sendiri demi false flag, cointelpro yang membunuh para pembebas, dan eksperimen sifilis tuskegee yang menjadikan manusia sebagai tikus lab hidup.

aku menumpahkan pengorbanan darah, ksatria templar yang mewariskan ilmu lintah darat ke oligarki modern, program pemandulan sistematis, depopulasi berkedok filantropi, monopoli biji bijian, sementara elit menyimpan benih murni di svalbard global seed vault, paten monsanto meracuni tanah kita, permakultur sebagai satu satunya jalan keluar yang tersisa. tragedi gedung wtc 7 yang runtuh sendiri melawan hukum fisika dasar, kuil salomo, banjir nuh, intel management engine ring minus 3 yang bersarang di prosessor komputermu mendengarkan detak jantungmu tanpa bisa kau hapus sama sekali, keindahan open source yang terus menerus diretas, objektifikasi manusia di mana kita hanyalah barcode biologis berjalan.

lalu ada pembiayaan terselubung, bagaimana perselingkuhan dan perzinahan dibiayai dan dinormalisasi secara masif oleh media pop dan netflix untuk memecah belah unit keluarga inti, karena manusia yang kesepian dan hancur adalah konsumen terbaik bagi korporasi. penurunan kualitas sperma global lewat atrazine dan phthalates di air minum, peracunan makanan lewat ultra processed food, perbudakan modern berkedok jam kerja dari jam sembilan sampai jam lima, data sebagai minyak baru yang lebih berdarah dari petrodollar. pulau epstein dan intelijen mossad yang memeras elit global melalui jebakan pedofilia, asal usul aids, budaya feodalisme yang tak pernah mati hanya berganti nama menjadi struktur korporat, divide et impera, globalisme absolut. skandal privatisasi air oleh nestle, budaya korporat yang luar biasa sakit, pemakaian wanita muda sebagai pelicin, deal bisnis hidup, pemanis negosiasi yang pada akhirnya hanya untuk ditiduri dan dibuang layaknya serbet kotor.

belum lagi pemecahan identitas keluarga melalui propaganda gender yang jumlahnya tiba tiba membengkak untuk menghancurkan bineritas fitrah, high frequency trading yang mencuri triliunan dari pasar dalam hitungan milidetik, sejarah kejam voc, modifikasi cuaca dan geoengineering, haarp, penyemaian awan yang mematikan curah hujan alami, kartel lampu pijar phoebus yang memulai obsolete yang disengaja ke perangkat elektronik kita, tata kelola bank of england, arsip rahasia vatican dan mesin waktu chronovisor, total control lewat central bank digital currency, bank for international settlements yang menjadi tuhannya para bank sentral, hingga peperangan frekuensi. bagaimana resonansi alami 432hz digeser secara paksa ke 440hz dan 442hz oleh rockefeller institute hanya untuk menjaga otak manusia dalam keadaan histeria, stres, dan disonansi kognitif secara permanen. haha, aku pikir ini benar benar chaos total, chaos absolut.

beberapa dari tulisan ini adalah fakta mentah, menyakitkan, telanjang, yang akan kusajikan lengkap dengan paper riset, dokumen bocor declassified, dan jurnal sumber aslinya. beberapa adalah fiksi yang melampaui batas kewarasan, beberapa adalah legenda, dan terjemahan brutal dari naskah kuno yang membuat mataku perih. aku sungguh tidak tahu apakah monster ini akan beres atau tidak. ini hanya proyek iseng dari anak sakit yang jadwal hidupnya tak menentu, karena ada banyak bayangan dan suara lain yang harus kuurus di kepalaku. jika tuhan, yang keagungannya dan kebesarannya sering kali membuatku menangis tersedu sedu dalam ketakutan malam hari, mengizinkan, aku akan menerbitkannya nanti. mungkin dalam bentuk pdf gerilya, novel underground, yang jelas bukan lewat publisher raksasa yang akan menyensor kejujuran absolutku ini, haha.

alurnya akan kurajut senyambung mungkin, menyiksa tapi sangat enak dibaca, menelanjangi realisme yang begitu nyata hingga ke titik disturbing, aku jamin kalian akan merasa sangat tidak nyaman duduk di kursi kalian. aku tidak tahu akan ada berapa ratus referensi nanti, atau berapa ribu halaman, atau kapan jadinya. aku hanyalah seorang pemuja novelis novelis rusia abad ke sembilan belas, dostoevsky, tolstoy, gogol. aku membaca karya mereka yang public domain secara online karena aku miskin secara absolut. aku meresapi kesedihan mereka, penderitaan eksistensial yang meremukkan dada. gaya tulisanku mungkin akan memantulkan keputusasaan itu, luar biasa kritis, mengerikan, sangat sadis terhadap realitas, tidak linier, dan kadang kadang sangat amat sedih.

dan dengar baik baik, aku tidak akan pernah memakai ai sialan untuk menulis narasi dalam bukuku. ai itu homunculus yang mati, cangkang kosong tanpa derita, tidak bisa menangis dan tidak punya luka batin. aku hanya memakainya sebagai alat bongkar, semacam linggis digital untuk mencari sumber, konteks, dan memverifikasi kegilaan ini. sisanya murni darahku. bahasanya akan luar biasa berantakan, brutal, melantur layaknya skizo yang sedang kumat, karena aku menolak struktur yang generik dan steril.

aku menulis dalam bahasa indonesia. bukan karena kebanggaan kosong, tapi murni untuk menghargai tanah lumpur tempatku dilahirkan, bumi kotor tempat rusuk ini bermula. aku ini jujur mutlak, aku bukan orang yang banyak baca buku, bukuku sedikit sungguh hehe, pengetahuanku cuma kepingan kepingan kaca pecah dari internet yang menyayat tanganku sendiri saat kususun. tapi aku percaya kebenaran akan selalu benar. pemahamanku tentang tuhan terus berubah ubah, kadang aku berontak, kadang aku ketakutan merinding, aku bahkan tidak berani menyebut nama spesifiknya, aku takut salah, aku cuma berani menyebutnya tuhan, zat maha mutlak yang menatapku dari atas sana menembus selimut kamarku.

tapi di tengah dunia yang membusuk, di balik konspirasi yang mencekik tenggorokan ini, aku masih melihat hal hal yang luar biasa indah. keindahan yang membuatku menangis tanpa sebab. seni, guratan lukisan kuno, melodi yang dimainkan dari piano rongsok, masakan hangat yang dibuat dengan tangan yang tulus. aku tidak ingin mati membusuk di dalam keputusasaan. aku punya mimpi, mimpi yang sangat sederhana tapi terasa seperti melawan gravitasi bumi. aku ingin financial freedom, bukan untuk pamer kemewahan plastik, tapi untuk membeli kedaulatanku kembali dari mesin pencetak uang ini. aku ingin sehat kewarasanku kembali. aku ingin punya kebun permakultur yang tanahnya hidup dan bernapas, menanam tomat dan sayuran dengan tanganku sendiri. aku ingin sekolah kuliner, memahami seni memberi makan manusia lain dengan layak, punya restoran yang hangat, memiliki keluarga yang sangat bersahaja, dan menjadi manusia yang luar biasa bermanfaat bagi banyak orang sebelum waktuku habis dan tanah benar benar memakan dagingku.

jadi ya, di balik teks yang sangat gelap, blak blakan, dan absolut brutal ini, masih ada sepercik harapan yang menyala pelan, sangat pelan, tapi menolak untuk padam. aku sedang berusaha menyembuhkan diriku sendiri, memunguti serpihan kewarasan yang berserakan. aku menulis ini karena hatiku tergerak, murni tergerak. silakan baca, atau abaikan saja. aku hanya ingin hidup, sungguh, aku hanya ingin merasakan hidup yang nyata sebelum aku mati.

bahasa prancis / français :

je ne suis vraiment qu'un idiot, sérieusement, un morceau de viande paranoïaque de 17 ans dont le cerveau a probablement commencé à fondre à cause d'une schizophrénie aiguë, mais bon, bienvenue dans le coin le plus sombre de ce qu'il me reste de santé mentale. ce n'est qu'une note de marge, une sorte de tombeau numérique poussiéreux pour vomir le voyage, et parfois des plaintes pathétiques sur le développement de mon roman, ouais, du moins tant que je respire encore, hehe, tant que mon cœur pompe encore ce sang épais et que mes poumons n'ont pas encore oublié comment aspirer cet oxygène déjà rempli de microplastiques et de putains de produits chimiques.

ce n'est juste du html pur, nu, absolu, sans putain de javascript ni cookies de suivi qui aspirent tes données vers les bases de données de la nsa ou de palantir. du pur texte et des images, parce que le web moderne est un piège terrifiant du capitalisme de surveillance, et je refuse de participer à leur cirque. c'est ici que je vais disséquer mon projet, un roman que j'ai intitulé pour une raison quelconque "la côte sacrée éveillée par la terre sale". j'ai l'impression que ça va dépasser les 1000 pages, un monstre récursif, un labyrinthe de désespoir long et incroyablement épuisant.

j'y ai tout entassé, déchirant la réalité avec des histoires non linéaires superposées, des caractérisations qui s'entredévorent, des personnages dans des personnages, de la schizophrénie absolue. certains d'entre eux vivent à l'époque de noé, qui n'est pas juste un conte de fées avant de dormir mais un reset biologique très brutal, jusqu'à l'ère antique, liés entre eux par un fil rouge sanglant. parfois c'est incroyablement sombre, dérangeant, à te donner envie de vomir tes tripes mais tu ne peux pas arrêter d'avaler cette réalité. il y a de la romance là-dedans, oh oui, mais une romance pourrissante, suivie par le péché humain absolu, des fantaisies sombres cachées derrière des costumes soignés, la fuite d'un adolescent dégoûté par ce monde de plastique.

je tisse le revenu de base universel comme le collier électronique du chien moderne, big pharma, regarde comment la famille sackler et la crise des opioïdes rongent les os des pauvres, les manuscrits de la mer morte que j'ai trouvés enterrés dans les archives d'internet, l'ésotérisme de haut niveau, le capitalisme qui aspire l'âme jusqu'à la sécher, le socialisme qui trompe les ventres affamés, et comment le langage a été absolument transformé en arme de destruction massive. une sorte d'operation mockingbird version ère numérique qui contrôle les pensées via des messages subliminaux, mélangée au mkultra qui ne s'est en fait jamais arrêté mais a migré vers nos écrans tactiles, l'operation paperclip qui a pardonné aux nazis pour la science des fusées sanglantes, le project blue beam, la version manipulation de projection holographique psychologique et pas les aliens bon marché, l'operation northwoods qui démasque comment l'état est prêt à massacrer son propre peuple pour un false flag, cointelpro qui a tué les libérateurs, et l'expérience sur la syphilis de tuskegee qui a fait des humains des rats de laboratoire vivants.

je déverse les sacrifices de sang, les chevaliers templiers qui ont légué la science des usuriers à l'oligarchie moderne, les programmes de stérilisation systématique, la dépopulation sous couvert de philanthropie, le monopole des semences, pendant que les élites gardent les graines pures dans le svalbard global seed vault, les brevets de monsanto qui empoisonnent nos terres, la permaculture comme la seule issue restante. la tragédie du bâtiment wtc 7 qui s'est effondré tout seul contre les lois fondamentales de la physique, le temple de salomon, le déluge de noé, le intel management engine ring moins 3 qui niche dans le processeur de ton ordinateur et écoute les battements de ton cœur sans que tu puisses l'effacer d'aucune façon, la beauté de l'open source qui est constamment piratée, l'objectification de l'homme où nous ne sommes que des codes-barres biologiques ambulants.

ensuite, il y a le financement occulte, comment l'infidélité et l'adultère sont massivement financés et normalisés par les médias pop et netflix pour briser l'unité familiale nucléaire, parce que l'humain solitaire et brisé est le meilleur consommateur pour les corporations. le déclin mondial de la qualité du sperme via l'atrazine et les phtalates dans l'eau potable, l'empoisonnement alimentaire via la nourriture ultra-transformée, l'esclavage moderne déguisé en heures de bureau de neuf à cinq, les données comme le nouveau pétrole plus sanglant que le pétrodollar. l'île d'epstein et les renseignements du mossad qui font chanter l'élite mondiale via des pièges pédophiles, les origines du sida, la culture du féodalisme qui ne meurt jamais mais change juste de nom pour devenir la structure corporative, divide et impera, le mondialisme absolu. le scandale de la privatisation de l'eau par nestlé, la culture d'entreprise incroyablement malade, l'utilisation de jeunes femmes comme lubrifiant, des accords commerciaux vivants, des édulcorants de négociation qui finissent juste par être baisées et jetées comme des serviettes sales.

sans parler de la fragmentation de l'identité familiale à travers la propagande du genre dont le nombre a soudainement gonflé pour détruire la binarité naturelle, le trading à haute fréquence qui vole des billions sur le marché en quelques millisecondes, l'histoire cruelle de la voc, la modification météorologique et la géo-ingénierie, haarp, l'ensemencement des nuages qui tue les précipitations naturelles, le cartel des ampoules phoebus qui a commencé l'obsolescence programmée sur nos appareils électroniques, la gouvernance de la banque d'angleterre, les archives secrètes du vatican et la machine à voyager dans le temps chronovisor, le contrôle total via la monnaie numérique de la banque centrale, la banque des règlements internationaux qui devient le dieu des banques centrales, jusqu'à la guerre des fréquences. comment la résonance naturelle 432hz est déplacée de force vers 440hz et 442hz par l'institut rockefeller uniquement pour garder le cerveau humain dans un état d'hystérie, de stress et de dissonance cognitive en permanence. haha, je pense que c'est vraiment le chaos total, le chaos absolu.

certains de ces écrits sont des faits bruts, douloureux, nus, que je présenterai complets avec des documents de recherche, des documents classifiés fuité, et les journaux des sources originales. d'autres sont des fictions qui dépassent les limites de la santé mentale, certains sont des légendes, et des traductions brutales d'anciens manuscrits qui me brûlent les yeux. je ne sais vraiment pas si ce monstre sera achevé ou non. c'est juste un projet pour passer le temps d'un gamin malade dont le rythme de vie est erratique, car il y a tant d'autres ombres et voix que je dois gérer dans ma tête. si dieu, dont la majesté et la grandeur me font souvent sangloter de terreur la nuit, le permet, je le publierai plus tard. peut-être sous forme de pdf de guérilla, un roman underground, et clairement pas par l'intermédiaire de maisons d'édition géantes qui censureront mon honnêteté absolue, haha.

je tisserai l'intrigue aussi connectée que possible, torturante mais très agréable à lire, déshabillant un réalisme si réel jusqu'à en être dérangeant, je vous garantis que vous vous sentirez très mal à l'aise assis sur vos chaises. je ne sais pas combien il y aura de centaines de références plus tard, ni combien de milliers de pages, ni quand ce sera fait. je ne suis qu'un adorateur des romanciers russes du dix-neuvième siècle, dostoïevski, tolstoï, gogol. je lis leurs œuvres du domaine public en ligne parce que je suis dans la pauvreté absolue. je m'imprègne de leur tristesse, de la souffrance existentielle qui brise la poitrine. mon style d'écriture reflétera probablement ce désespoir, incroyablement critique, horrifiant, très sadique envers la réalité, non linéaire, et parfois très, très triste.

et écoutez bien, je n'utiliserai jamais de putain d'ia pour écrire la narration de mon livre. l'ia est un homoncule mort, une coquille vide sans souffrance, qui ne peut pas pleurer et n'a pas de blessures intérieures. je l'utilise juste comme un outil de démontage, une sorte de pied-de-biche numérique pour trouver des sources, du contexte, et vérifier cette folie. le reste est de mon pur sang. le langage sera incroyablement désordonné, brutal, divagant comme un schizo en pleine crise, car je refuse les structures génériques et stériles.

j'écris en indonésien. non pas par fierté vide, mais purement pour honorer la terre de boue où je suis né, la terre sale d'où provient cette côte. je suis d'une honnêteté absolue, je ne suis pas quelqu'un qui lit beaucoup de livres, j'ai vraiment peu de livres hehe, ma connaissance n'est constituée que d'éclats de verre brisé d'internet qui m'entaillent les mains quand je les assemble. mais je crois que la vérité sera toujours la vérité. ma compréhension de dieu change constamment, parfois je me rebelle, parfois j'ai des frissons de terreur, je n'ose même pas dire son nom spécifique, j'ai peur de me tromper, je n'ose seulement l'appeler dieu, l'être tout absolu qui me regarde de là-haut à travers la couverture de ma chambre.

mais au milieu d'un monde en putréfaction, derrière ces conspirations qui m'étouffent la gorge, je vois encore des choses incroyablement belles. une beauté qui me fait pleurer sans raison. l'art, les traits des vieilles peintures, les mélodies jouées sur un piano en ruine, des plats chauds préparés par des mains sincères. je ne veux pas mourir à pourrir dans le désespoir. j'ai des rêves, des rêves très simples mais qui donnent l'impression de défier la gravité de la terre. je veux la liberté financière, pas pour exhiber un luxe en plastique, mais pour racheter ma souveraineté à cette machine à imprimer de l'argent. je veux retrouver une bonne santé mentale. je veux avoir un jardin en permaculture dont la terre vit et respire, planter des tomates et des légumes de mes propres mains. je veux aller à l'école de cuisine, comprendre l'art de nourrir dignement d'autres êtres humains, avoir un restaurant chaleureux, avoir une famille très humble, et devenir un être humain incroyablement utile à beaucoup de gens avant que mon temps ne soit écoulé et que la terre ne mange vraiment ma chair.

alors oui, derrière ce texte très sombre, franc et d'une brutalité absolue, il y a encore une étincelle d'espoir qui brûle doucement, très doucement, mais qui refuse de s'éteindre. j'essaie de me guérir, de ramasser les éclats éparpillés de ma santé mentale. j'écris ceci parce que mon cœur est ému, purement ému. lisez-le, ou ignorez-le. je veux juste vivre, sérieusement, je veux juste ressentir la vraie vie avant de mourir.


post
billets

diunggah kamis 10/9/2026 jam 4.43pm
publié le jeudi 10/9/2026 à 16h43

draft tulisan tangan bagian 9 bab 4 / brouillon manuscrit partie 9 chapitre 4

ini salah satu draft asli (tulisan tangan aku hehe) bagian 9 bab ke 4 (bagian pertengahan) yang kubicarakan di sini adalah sebuah bab di mana, di masa depan (dan bahkan di masa lalu), dunia korporat telah membuat kesepakatan dan memberlakukan beberapa aturan yang memperalat perempuan, khususnya saat negosiasi bisnis. (di sana ada banyak bos hidung belang, pria-pria dengan moral yang meragukan, dan rekan manipulatif. semua pria ini mendekati perempuan dengan cara yang sama: mereka ingin menelanjangi mereka dan memanfaatkan tubuh mereka, tapi kelak, mereka menyesalinya (para perempuan itu)

mereka tidak tahu, saat memasuki dunia dewasa, bahwa dunia ini akan begitu kejam. perempuan diperlakukan sebagai objek) dunia ini begitu gelap sampai-sampai perselingkuhan pun dibiayai oleh media. ini bukan soal surga atau neraka, melainkan tentang kekejaman dunia nyata

di sisi lain, institusi keagamaan menuntut doktrin yang terlalu kaku dan tanpa logika rasional (padahal agama, jika disampaikan dengan baik, adalah hal yang rasional). jangan salahkan para alim yang terpelajar secara agama yang akhirnya memberontak dengan meninggalkan hal hal yang melekat dengan berbau keagamaan, karena sebagian dari ajarannya hanyalah dogma semata. jangan salahkan orangnya dan jangan menghakiminya, ada secercah harapan bahwa mereka bisa kembali, mereka manusia yang sama sama menghirup juga

emansipasi sejati bukanlah menukar sangkar besi dengan sekawanan serigala. meninggalkan dogma buta demi menceburkan diri ke dalam tatapan predator para pria bukanlah sebuah kemenangan, melainkan sebuah penyerahan diri. kebebasan sejati itu sunyi, ia ada dalam pikiran terpelajar yang tak bisa dimanipulasi siapa pun, keyakinan rasional yang tak butuh teror untuk ada, dan martabat yang menolak ditukar hanya demi secuil perhatian. contohnya, lindungi tempat suci mereka (gadis-gadis muda ini). dunia orang dewasa akan melahap siapa saja yang salah mengira ketelanjangan sebagai kekuatan

bahasa prancis / français :

c'est un des brouillons originaux (mon écriture à la main hehe) partie 9 chapitre 4 (partie du milieu) ce dont je parle ici c'est d'un chapitre où, dans le futur (et même dans le passé), le monde corporatif a fait des pactes et imposé des règles qui instrumentalisent les femmes, en particulier lors des négociations d'affaires. (là-bas il y a plein de boss lubriques, des hommes aux moeurs douteuses, et des partenaires manipulateurs. tous ces hommes approchent les femmes de la même manière : ils veulent les déshabiller et exploiter leurs corps, mais plus tard, ils le regrettent (ces femmes-là)

elles ne savent pas, en entrant dans le monde des adultes, que ce monde sera si cruel. les femmes sont traitées comme des objets) ce monde est si sombre au point que l'infidélité est même financée par les médias. il ne s'agit pas du paradis ou de l'enfer, mais bien de la cruauté du monde réel

d'un autre côté, les institutions religieuses exigent des doctrines bien trop rigides et sans logique rationnelle (alors que la religion, si elle est bien transmise, est quelque chose de rationnel). ne blâmez pas les érudits religieux qui finissent par se rebeller en abandonnant les choses liées à la religion, car une partie de ses enseignements n'est que pure manne dogmatique. ne blâmez pas la personne et ne la jugez pas, il y a une lueur d'espoir qu'elles puissent revenir, ce sont des humains qui respirent eux aussi

l'émancipation véritable n'est pas d'échanger une cage de fer contre une meute de loups. abandonner le dogma aveugle pour se jeter dans le regard prédateur des hommes n'est pas une victoire, mais bien une reddition. la vraie liberté est silencieuse, elle réside dans un esprit instruit que personne ne peut manipuler, une conviction rationnelle qui n'a pas besoin de terreur pour exister, et une dignidad qui refuse d'être échangée juste pour un brin d'attention. par exemple, protégez leurs sanctuaires (ces jeunes filles). le monde des adultes dévorera quiconque confond la nudité avec la force


harapan
espoir

  1. aku ingin lihat dimana dunia ini tidak ada rasisme lagi, bukan karena kampanye esg korporat yang munafik atau iklan keragaman di netflix yang penuh omong kosong, tapi karena kita benar benar sadar secara absolut bahwa kita semua hanyalah tumpukan daging, darah, dan karbon yang pada akhirnya akan membusuk dan dikunyah belatung di liang tanah kotor yang sama.
  2. aku ingin lihat dimana dunia ini terbebas dari makanan ultra proses dan racun sintetis, dimana benih tomat dan gandum tidak lagi dipatenkan lalu disuntik glifosat beracun oleh monopoli monsanto, dimana kita bisa menanam sayur di pekarangan sendiri tanpa diancam undang undang korporasi, dan membiarkan cacing tanah kembali bernapas memeluk akar tanaman kita.
  3. aku ingin lihat dimana dunia ini membiarkan kita menangis tanpa diawasi, dimana mikrofon di ponsel sialan ini dan intel management engine di prosesor kita berhenti merekam isak tangis kita di tengah malam, yang kelak datanya disedot palantir untuk dijual sebagai algoritma penargetan iklan obat antidepresan dari kartel big pharma.
  4. aku ingin lihat dimana dunia ini menghargai keluarga inti sebagai benteng terakhir kewarasan manusia, dimana perselingkuhan, perzinahan, dan perceraian tidak lagi dinormalisasi dan didanai oleh industri hiburan pop hanya demi menciptakan manusia manusia kesepian yang teralienasi, karena manusia yang hancur hatinya adalah konsumen yang paling gampang diperas dompetnya.
  5. aku ingin lihat dimana dunia ini membiarkan air hujan turun secara alami, tanpa harus direkayasa oleh haarp atau modifikasi cuaca penyemaian awan berbahan perak iodida yang pelan pelan meracuni paru paru anak anak kita yang sedang tertawa bermain di halaman rumah.
  6. aku ingin lihat dimana dunia ini tidak memandulkan generasi penerusnya secara diam diam, dimana rahim perempuan dan kualitas sperma laki laki tidak lagi dihancurkan secara sistematis oleh zat endokrin disruptor seperti phthalates dan atrazine yang sengaja disusupkan ke dalam botol plastik air minum kemasan dan bungkus makanan kita sehari hari.
  7. aku ingin lihat dimana dunia ini mengembalikan waktu manusia, dimana keringat seorang ayah yang bekerja dari pagi sampai malam tidak lagi dirampok setiap detiknya oleh inflasi gila gilaan dan sistem fractional reserve banking yang mencetak uang fiat dari ketiadaan, lalu para bankir di bank of international settlements menertawakan kemiskinan kita dari balik kaca kedap suara.
  8. aku ingin lihat dimana dunia ini membiarkan cinta menjadi murni kembali, bebas dari objektifikasi layar sentuh, bebas dari budaya feodal korporat sakit yang menjadikan tubuh wanita muda sekadar sebagai pelicin negosiasi bisnis atau daging pemanis meja rapat yang pada akhirnya dibuang, melainkan murni penyatuan dua jiwa rapuh yang saling menyembuhkan trauma masa kecil satu sama lain.
  9. aku ingin lihat dimana dunia ini berhenti menjadikan peperangan dan darah warga sipil sebagai bisnis paling menguntungkan, dimana operasi false flag manipulatif seperti operation northwoods atau tragedi 9/11 tidak lagi perlu ditumbalkan hanya demi membenarkan invasi sumber daya dan melariskan penjualan senjata dari kompleks militer industri ke negara negara miskin.
  10. aku ingin lihat dimana dunia ini membebaskan kita dari jerat layar yang menyala nyala, dimana frekuensi alam semesta kembali beresonansi di 432hz yang menenangkan detak jantung, bukan 440hz yang dipaksakan institut rockefeller untuk membuat otak kita terus menerus berada dalam kelelahan kronis, histeria massal, dan disonansi kognitif yang memuakkan.
  11. aku ingin lihat dimana dunia ini mengizinkan anak anak berusia tujuh belas tahun sepertiku untuk sekadar menjadi remaja biasa, merasakan jatuh cinta yang bodoh dan bermain hujan hujanan di jalanan aspal, bukannya duduk gemetaran sambil memeluk dengkul di balik selimut jam tiga pagi, membedah arsitektur konspirasi elit global karena otaknya yang cacat ini sudah tidak sanggup menahan teror realitas yang absolut brutal.
  12. aku ingin lihat dimana dunia ini memberikan sedikit saja ruang bagiku untuk membangun kebun permakulturku sendiri yang subur, mengasah pisauku untuk sekolah kuliner, memasak resep kuno dengan presisi tulus di dapurku yang kecil, lalu menyajikan sepiring sup hangat untuk orang orang buangan di jalanan, dan melihat tawa mereka mekar dari perut yang kenyang tanpa ada agenda tersembunyi apa pun.
  13. dan pada akhirnya, aku hanya ingin lihat dimana dunia ini mengizinkanku untuk memejamkan mata dalam damai, bersandar utuh pada tuhan yang kebesaran zatnya tak pernah berani kusebutkan namanya karena ketakutanku akan ketidaksempurnaanku sendiri. aku hanya ingin mensyukuri napas terakhirku di tengah keluarga yang amat bersahaja, tahu bahwa aku pernah hidup, pernah menangis, pernah mencintai dengan luar biasa hebat, dan pernah melawan rasa sakitku sendiri untuk menjadi bermanfaat bagi manusia lain, sebelum tanah kotor ini benar benar memeluk tulang rusukku untuk selamanya.

bahasa prancis / français :

  1. je veux voir un monde où le racisme n'existe plus, non pas à cause des campagnes esg hypocrites des entreprises ou des publicités de diversité en carton sur netflix, mais parce que nous sommes vraiment et absolument conscients que nous ne sommes tous qu'un tas de chair, de sang et de carbone qui finira par pourrir et être rongé par les asticots dans le même trou de terre sale.
  2. je veux voir un monde libéré des aliments ultra-transformés et des toxines synthétiques, où les graines de tomates et de blé ne sont plus brevetées puis injectées de glyphosate toxique par le monopole de monsanto, où nous pouvons faire pousser des légumes dans notre propre jardin sans être menacés par les lois des corporations, et laisser les vers de terre respirer à nouveau en enlaçant les racines de nos plantes.
  3. je veux voir un monde qui nous laisse pleurer sans être surveillés, où le micro de ce foutu téléphone et l'intel management engine de notre processeur arrêtent d'enregistrer nos sanglots au milieu de la nuit, dont les données seront plus tard aspirées par palantir pour être vendues comme algorithme de ciblage publicitaire pour les antidépresseurs du cartel de big pharma.
  4. je veux voir un monde qui valorise la famille nucléaire comme le dernier rempart de la santé mentale humaine, où l'infidélité, l'adultère et le divorce ne sont plus normalisés et financés par l'industrie du divertissement pop juste pour créer des êtres humains solitaires et aliénés, parce qu'un humain au cœur brisé est le consommateur le plus facile à plumer.
  5. je veux voir un monde qui laisse la pluie tomber naturellement, sans devoir être manipulée par haarp ou la modification météorologique par ensemencement de nuages à l'iodure d'argent qui empoisonne lentement les poumons de nos enfants qui rient en jouant dans la cour.
  6. je veux voir un monde qui ne stérilise pas discrètement ses générations futures, où l'utérus des femmes et la qualité du sperme des hommes ne sont plus détruits systématiquement par des perturbateurs endocriniens comme les phtalates et l'atrazine intentionnellement glissés dans nos bouteilles d'eau en plastique et nos emballages alimentaires quotidiens.
  7. je veux voir un monde qui rend leur temps aux humains, où la sueur d'un père qui travaille du matin au soir n'est plus volée à chaque seconde par une inflation délirante et un système de réserves fractionnaires qui imprime de la monnaie fiduciaire à partir de rien, pendant que les banquiers de la banque des règlements internationaux ricanent de notre pauvreté derrière leur verre insonorisé.
  8. je veux voir un monde qui laisse l'amour redevenir pur, libéré de l'objectification des écrans tactiles, libéré de la culture féodale d'entreprise malade qui fait du corps des jeunes femmes un simple lubrifiant pour négociation commerciale ou de la chair d'ornement sur les tables de réunion pour finir jetée, mais au contraire la pure union de deux âmes fragiles qui guérissent mutuellement leurs traumatismes d'enfance.
  9. je veux voir un monde qui cesse de faire de la guerre et du sang des civils le commerce le plus profitable, où des opérations sous fausse bannière manipulatrices comme l'opération northwoods ou la tragédie du 11 septembre n'ont plus besoin d'être sacrifiées juste pour justifier l'invasion de ressources et écouler les ventes d'armes du complexe militaro-industriel auprès des pays pauvres.
  10. je veux voir un monde qui nous libère du piège des écrans luminescents, où la fréquence de l'univers résonne à nouveau à 432 hz pour apaiser le rythme cardiaque, et non à 440 hz imposés par l'institut rockefeller pour plonger notre cerveau en permanence dans une fatigue chronique, une hystérie collective et une dissonance cognitive écœurante.
  11. je veux voir un monde qui permet aux gosses de dix-sept ans comme moi d'être simplement des ados ordinaires, de vivre un amour stupide et de jouer sous la pluie sur l'asphalte, au lieu de rester assis à trembler en serrant leurs genoux sous la couverture à trois heures du matin, à disséquer l'architecture des conspirations de l'élite mondiale parce que leur cerveau défectueux ne peut plus supporter la terreur d'une réalité absolument brutale.
  12. je veux voir un monde qui me laisse juste un tout petit peu d'espace pour créer mon propre jardin en permaculture fertile, affûter mes couteaux pour l'école hôtelière, cuisiner des recettes anciennes avec une sincère précision dans ma petite cuisine, puis servir une assiette de soupe chaude aux rejetés de la rue, et voir leur rire s'épanouir sur un ventre plein sans la moindre intention cachée.
  13. et au final, je veux juste voir un monde qui me permette de fermer les yeux en paix, entièrement appuyé sur dieu dont je n'ose jamais prononcer le nom par peur de ma propre imperfection. je veux juste être reconnaissant pour mon dernier souffle au milieu d'une famille très simple, en sachant que j'ai vécu, que j'ai pleuré, que j'ai aimé d'une manière incroyable, et que j'ai combattu ma propre douleur pour être utile aux autres, avant que cette terre sale n'enlace vraiment mes côtes pour toujours.

web dan novel dibuat oleh athar fauzan ramadhan pada 8/9/2026 1.49am, email: vouxalpine@gmail.com
web et roman créés par athar fauzan ramadhan le 8/9/2026 à 1h49, courriel : vouxalpine@gmail.com